SAVE OUR ISLAM!

Akhir-akhir ini bermunculan aliran-aliran keagamaan dalam Islam. Mulai dari Ahmadiyah, Komunitas Lia Eden, hingga Al-Qiyadah. Mereka semua sudah jelas dhallun mudhillun (sesat lagi menyesatkan). Di sisi lain, dalam Islam pula terdapat aliran-aliran yang secara sirri (rahasia) kesesatannya itu. Mereka kerap menganggap sesat terhadap umat yang melakukan hal baru dalam Islam. Padahal belum tentu perbuatan itu sesat dan menyesatkan.

Adalah Wahhabi, sebuah paham baru yang muncul menjelang abad XX M. Mereka mengokohkan keberadaannya demi mempertahankan kekuasaan politik di Saudi Arabia sana. Dengan mengatasnamakan agama, mereka merebut kekuasaan dari dzurriyyah Rasulullah Saw; Syarif Husein. Saat itu belum ada kerajaan Saudi Arabia, namun yang ada masih dalam berbentuk kekhilafahan dari Khalifah Utsmani, dan saat itu wilayah Najd, Hijaz, Makkah, Madinah dan sekitarnya dipimpin oleh sang Syarif. Namun bagaimana kerajaan Saudi bisa muncul dan paham Wahhabi tersebut berdiri? Kesempatan ini KOMMA akan membahas seputar latar belakang berdirinya Kerajaan Saudi Arabia dan Paham Wahhabi.

Berhati-hati terhadap kaum yang mengatasnamakan agama, terlebih yang saling mengkafir-kafirkan orang lain, padahal belum jelas buktinya. Mari kita lindungi dan jaga ISLAM KITA. Save Our Islam!

5 responses

15 02 2009
antiza

alhamdulillah….saya setuju sekali dengan apa yang antum nyatakan diatas…secara pribadi,ana tetap terus membentengi diri ana dari faham yang antum sebutkan diatas.Ana yang sekarang masih tinggal di jazirah arab,sudah barang tentu ulama2nya mayoritas berfaham seperti itu.Bahkan saya sangat kaget…kaget sekali…pernah lihat di youtube seorang penceramah yang juga banyak ngarang kitab,dan salah satu karya bukunya jadi the best seller belum lama ini di indonesia “laa tahzan”…siapa lagi kalau bukan DR “Aidh Alqurny…dia mengatakan dalam ceramahnya sekitar ayat “istiwaa”,bahwa “Allah yajlisu ‘ala al ‘arsy”….entah dari mana beliau mengambil pengertian “istiwaa” dengan “yajlisu” atau “duduk”…Na’uudzu billahi min dzaalik..

‘Aidl Al qurny adalah salah satu ulama kelompok itu.Kelompok yang selalu menggembar gemborkan kembali ke akidah salafussoleh ternyata,tapi ternyata memang benar2 hanyalah kelompok mujassimah…

Ane bicara seperti ini,karena ane melihat sendiri di youtube.Ane juga punya beberapa karangan kitabnya sekitar 6 kitab.Kalau memang dia meyakini Allah “duduk” di arasy,berarti sudah sangat jelas apa akidahnya.

Tak satupun saya mendengar dari ulama/kiyai selama ini bahwa akidah ulama salaf mengartikan “istiwa” dengan “yajlisu”/duduk.Lalu kok berani sekali dia dalam setiap ceramahnya mengaku2 berakidah seperti salaf yang sholeh itu….

Saya di jazirah arab ini makin tahu ulama2 mereka,baik dari karya2 kitabnya maupun dalam setiap khotbah jumat atau muhadhoroh2…memang kita harus semakin hati2 menghadapi faham mereka..Ya Allah lindungilah akidah kami semua dari faham tersebut…faham yang tidak meyakini dawuh-Mu “laisa kamitslihii syai’un,wa huwassamii’u albashiir”….

16 02 2009
kommabogor

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Syukron jaziilan ‘alahtimamikum ya akhii. Alhamdulillah, ternyata ada juga saudaraku yang sepaham dengan KOMMA. KOMMA memang merupakan lembaga keislaman yang fokus dalam pengkajian keislaman yang santun, tidak saling membid’ah-bid’ahkan sesama muslim, dan mengangkat keislaman yang berada di ranah tradisional ke ranah keislaman yang lebih ilmiah. KOMMA juga secara tegas menolak beberapa paham yang ekstrem dari Wahhabi. Bukan karena politik, tapi karena sikap mereka yang angkuh dan merasa paling benar. Bagi KOMMA, berpaham ekslusif, silakan saja, asalkan tidak menganggap sesat orang lain.

Alhamdulillah di antara kami masih mengaji, meskipun sudah banyak mengajar. Kader dan jama’ah KOMMA masih merasa perlu untuk mengikuti pendidikan dan penempaan keilmuan Islam lebih mendalam. Ada kajian ‘ulumul Quran, tafsir, hadits, dzikir, bahtsul masail, dan tasawuf. Di antara guru-guru kami tempat menimba ilmu secara tidak formal (maksudnya hanya beberapa kader yang mengaji ke sana), ialah Syaikh Nuruddin Marbu Albanjari Almakki. Beberapa jama’ah KOMMA ada yang sering mengikuti kajian fiqih dan haditsnya. Bahkan pada 10 Muharram 1430 H lalu, kami mengikuti ijazah hadits.

Untuk memudahkan Antum mengetahui seputar dakwah Syaikh Nuruddin, silakan kunjungi http://syeikhnuruddin.blogspot.com. Di sana antum bisa melihat berbagai materi keislaman dan pemikiran beliau.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

16 02 2009
antiza

Assalamua’alaikum war wab.

Trimakasih atas tanggapan dan jawabannya.syukron katsiroon ya akhii..

Mau sedikit berbagi informasi nih….boleh yah..

Telah lama beredar rumor banyak kitab2 ahlussunnah waljama’ah dibajak,diracuni,dan diubah disana sini keasliannya dengan tetap menyertakan mushonnif yang aslinya.Ini benar2 sebuah kedzoliman dan manipulasi serta pelanggaran yang sangat2 nyata.

Ada beberapa contoh konkrit.Seorang teman saya di qatar pergi umroh dan membeli kitab Al Ibanah karya Al “allaamah syaikhul Islam Abu Alhasan Al Asy’ar.Dia beli di saudi.,tapi setelah dibaca dan di mengerti ternyata sangat2 jauh dari ke asli annya.Ana sendiri belum tahu langsung kitabnya,hanya dia ngobrol dengan ana lewat telepon saja.Walaupun kami tinggal di satu negara.Maklum tempat kami bekerja berjauhan tapi tetap satu departemen.Temen ana bilang bahwa Abu Alhasan Al Asy’ary tetap saja Mu’tazilah dengan Al Ibanah nya.Ane sih cuma bilang hati-hati dengan Al Ibanah cetakan baru,juga kitab2 Ahlussunnah yang lainnya,karena sekarang katanya dah banyak yang dirubah.

Ana juga beli kitab di negara dimana ane tinggal sekarang,namanya “Al Futuhaat Arrobbaaniyyah” syarah kitab “Al Adzkaar Annawaaawiyyah” karya Al “allamah Al Muhaddits Syuekh Ibnu “Allan Al Bakry Asysyafi’i Al Makky,tapi juga sudah tak asli lagi.Dulu Ane pernah lihat kitab tersebut kira2 sampai 12-13 jilid.Tapi yang ane beli dengan cetakan baru hanya 3 jilid tanpa tahqiq,ta’liq dan takhrijnya.Entah kemana kupasan2 yang lainnya.

Kitab “Al Adzkaar Annawaawiyyah” karya Imam Nawawi sendiri banyak yang hilang didalamnya.Ini karena ane punya yang lama (di indonesia).

Ane juga pernah dikasih CD berisi banyak kitab oleh orang kuwait,ketika ane buka….laa haula walaa quwwata illaa billah….hampir semua isi kitab2 yang ada di CD itu memvonis siapapun yang tidak sefaham dengan perkataan “kafir”,bid’ah dan seterusnya.Apalagi soal tasawwuf,thoriqoh waaaah dah habis dicaci maki.

Oh ya..temen2 ane yang kerja satu departemen sudah lumayan banyak,tapi tempat kerjanya berbeda-beda.Hampir semua teman2 ane tersebut,masing2 dimanfaatkan juga oleh orang2 indonesia yang tinggal disekitarnya untuk diminta ngajar qur’an maupun kitab2.Nah masalahnya mayoritas temen2 ane adalah kelompok yang sering ngaku2 pengikut salaf itu.Jadi masyarakat indonesia yang ada disana banyak di doktrin bahwa kiyai2 indonesia banyak yang sesat dan banyak yang menggiring umatnya ke neraka.

Ane sendiri waktu datang pertama kali ke negeri ini,langsung di pesenin sama salah satu temen/ustadz yang sudah dua tahun lebih tinggal,agar ane harus bisa menjelaskan ke warga indonesia disekitar ane tentang bid’ahnya maulud,tahlilan,yasiinan,7 hari,bulan,haul,ulang tahun,marhaban,sayyidinaa,ziarah kubur,tawassul,tabarruk,dzikir jama’i,isro mi’roj dll…Dan ternyata setelah ane mulai tugas,benar saja masyarakat indonesia disekitar ane (saat ini dah ada sekitar 60 Kepala Keluarga) banyak yang sudah berani nyalahin ulama2 dan kiyai2 diindonesia.Ane benar2 sedih dan prihatin sekali…kenapa masyarakat muslim indonesia (khususnya yang ada disekitar ane) terbiasa dan enteng sekali ketika nuduh sesat,bid’ah orang lain,bahkan kiyai2pun tak luput dari tuduhan mereka.

Kini ane dihadapkan dengan masyarakat yang nampaknya dah termakan doktrin ustadz2 sebelumnya,dan sedihnya lagi mereka jadi ta’ashshub.Ane sadar kalau ane masih bodoh sekali dan tak berilmu.Ane senantiasa berdoa,agar ane selalu dibimbing Allah dalam bertauhid,dan ditunjukkan bahwa yang haq itu haq serta diberi kemampuan untuk mengikutinya.

yaa ikhwah KOMMA…laa tansaanaa min du’aaikum…

16 02 2009
antiza

mohon maaf kalau ane terlalu banyak curhat…

25 10 2009
Ahmad Faiz Al-Hakam,MA

oh ya jangan dulu memfonis kelompok itu jelek, sebelum membaca buku (literatur) dari tokoh-tokohnya, karena orang hanya termakan isu bukan mempelajari yang sebenarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: