Serangan Israel ke Gaza Sarat Muatan Politik

11 01 2009

Oleh Kang Taqi

Jum’at kedua di bulan Januari 2009 merupakan hari ke-14 serangan Israel ke Gaza. Tidak sedikit masyarakat internasional mengecam tindakan brutal dan terorisme Israel tersebut. Ada pengamat yang memandangnya sebagai masalah agama; ada yang melihatnya sebagai pencaplokan wilayah; ada yang menganggapnya sebagai pembalasan atas serangan HAMAS; dan adapula yang menilainya sebagai masalah politik dalam negeri Israel.

Dalam kapasitasnya sebagai pemerhati politik, penulis melihat serangan Israel ke Gaza merupakan sarat dengan muatan politik dalam negeri dan pertarungan citra antara Ehud Barak, Menteri Pertahanan Israel, yang juga menjabat sebagai ketua umum Partai Buruh; Menteri Luar Negeri Israel, Tzipora Malka “Tzipi” yang juga Ketua Umum Partai Kadima; Ketua Umum PartaiLikuid, Benjamin Netanyahu Apa hubungannya antara posisi partai, menteri, dan serangan ke Gaza?

Serangan Israel ke Gaza tentu akan membawa dampak bagi citra Israel dan pihak-pihak yang mendukungnya. Sebagai informasi, dua bulan lagi Israel akan menghadapi pemilihan umum. Tentunya partai-partai beserta fungsionarisnya akan bertarung citra dan popularitas. Dan, serangan Israel merupakan isu yang bisa diangkat oleh mereka.

Bila di Amerika Serikat (AS) sempat terjadi pertarungan citra dan popularitas antara Barrack Hussein Obama dengan John Mc Cain pada pemilu AS akhi tahun silam. Keduanya saat itu memanfaatkan isu serangan AS ke Irak. Obama mengecam serangan itu, sedangkan Mc Cain mendukungnya. Sepertinya, Mc Cain menyangka dengan dukungannya terhadap serangan ke Irak, sebagaimana kebijakan George W Bush, ia akan mendapatkan dukungan pula dari rakyat AS, namun anggapan itu berbalik 180 derajat. Rakyat AS ternyata tidak menghendaki peperangan ke Irak.

Bagi rakyat AS, serangan AS ke Irak merupakan perbuatan biadab. Namun, bagi Israe, mungkin serangan ke Gaza merupakan usaha untuk merebut kekuasaan dari Palestina. Oleh karena itu, serangan itu akan mendapatkan simpati dari rakyat Israel. Polling yang dilansir harian Israel, sebagaimana ditulis dalam Republika, Kamis, 8 Januari, pada awal Januarilalu, menyatakan 52 persen responden mendukung serangan udara kePalestina; 19 persen menghendaki militer Israel segera mengirim pasukan daratnya menyerang jalurGaza; dan 19 persen menghendaki pemerintah Israel sebaiknya maju ke meja perundingan untuk melakukan gencatan senjata.

Di atas dinyatakan, serangan ke Gaza didukung oleh kedua menteri. Keduanya merupakan dua partai yang melakukan koalisi untuk menghadang popularitas Ketua Umum Partai Likuid, Benjamin Netanyahu, yang juga pernah menjabat Perdana Menteri (PM) Israel. Survei pada 25 November 2008, lalu,Channel-1 melaporkan, bila Pemilu dilakukan saat itu, maka Partai Likuid akan memperoleh 37 kursi, Partai Buruh 7 kursi, Partai Kadima 25 kursi, dan Partai Shas 11 kursi. Melihat popularitaspartai yang dinahkodai Benjamin semakin meningkat, Ehud Barak mencoba menyainginya dengan membuat sensasi, yakni melakukan serangan Israel ke Gaza. Dan, etrnyata perkiraan Ehud Barak benar. Dengan serangan itu, popularitas Partai Buruk pun bisa menyaingi partai-partai lainnya.

Dari analisis ini, kita pun bisa menilai bagaimana sikap mayoritas rakyat Israel. Mereka menghendaki serangan tersebut. Para politisi yang ada pun memanfaatkan keadaan itu. Kita hanya berharap, di saat masyarakat internasionak semakin banyak yang mengecam serangan tersebut, maka rakyat Israel pun akan merasakan malu tak terhingga kepada masyarakat internasional. Dengan demikian, semogarakyat Israel pun akhirnya tidak menghendaki serangan tersebut dan Ehud Barak tidak memenangkan Pemilu. Karena, jika Ehud Barak memimpin Israel, tentu akan mengakibatkan dampak negatif bagi Palestina.

Saya mengajak kepada masyarakat dunia, untuk masalah serangan Israel ke Gaza, jangan dipusatkan kepada masalah agama semata, namun harus diarahkan kepada tindakan ketidakprikemanusiaan, karena dengan demikian pula masyarakat dunia akan turut mengecam. Selain itu, jangan hanya Obama yang pernah kita soroti dalam Pemilu AS, tapi Pemilu di Israel pun harus kita sosort. Sedikit sekali di antara kita yang mengetahui permasalahan ini. Bila Israel, dengan tindakan biadabnya itu senantiasa diperhatikan, maka tidak sedikit pun ia dapat bergerak untuk melakukan tindakan anarkis itu. [Kang Taqi]


Aksi

Information

One response

11 01 2009
arsyadsalam

Tindakan Israel itu harus diajukan ke Mahkamah Internasional seperti Serbia tempo hari….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: