‘Non-Muslim tak Usah Ikut Campur Tangan Soal Ahmadiyah’

29 05 2008

Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni meminta umat beragama non-Islam untuk tidak turut campur dalam upaya penyelesaian masalah Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI). ”Sekarang orang Islam ramai dengan Ahmadiyah. Saya harapkan yang non-Muslim tidak usah ikut-ikutan campur tangan mengenai itu,” tegas Menag saat membuka Rapat Kerja Kantor Wilayah Depag DKI Jakarta, di Jakarta, Selasa (27/5).

Menag menuturkan masalah JAI cukup diselesaikan oleh umat Islam sendiri. Karena, kata dia, jika ada intervensi umat lain, dia khawatir akan memperkeruh suasana. Menag juga mengungkap dalam waktu tak terlalu lama lagi kasus JAI ini bisa diselesaikan lewat Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri. Saat ditanya apakah dalam SKB itu ada penegasan pelarangan JAI di Indonesia, Menag menyatakan bahwa itu bisa diketahui jika telah terbit. ”Nanti dilihat saja keputusannya, yang jelas kita semua ingin mencari yang sebaik-baiknya,” tutur Menag.

Menag mengungkap jika ada konflik di dalam satu umat, sebaiknya umat itu sendiri yang menyelesaikan. Namun, di sisi lain jika ada masukan dari pemerintah terhadap pemuka agama bersangkutan, menurut menteri, hal itu lebih disebabkan pemerintah memiliki otoritas dan kewenangan untuk itu. Ia memberi contoh tatkala dua kelompok umat Budha meributkan soal penyelenggaraan Waisak. Berbagai opsi yang diajukan pemerintah semula menemui jalan buntu tetapi akhirnya dapat diterima kedua pihak, yaitu dengan memutuskan penyelenggaraan Waisak dapat dilaksanakan dengan kepanitiaan secara bergantian.

Diakui Menag bahwa Tuhan telah meminta umat manusia semua untuk bersatu padu. ”Kenyataannya sekarang ini bercerai berai tidak ‘karu-karuan’. Ini adalah tugas berat bagi seluruh umat beragama,” ucap Menag. Menag juga mengatakan seharusnya bangsa Indonesia bersyukur karena beberapa konflik yang terjadi pada masa lalu telah dapat diselesaikan dengan ditandatanganinya SKB Menteri Bersama pada tahun 2006. ”SKB itu dibuat oleh wakil-wakil majelis agama, bukan oleh pemerintah. Sekarang gesekan-gesekan itu sudah sangat berkurang saat ini,” tambahnya. Namun, Menag menilai bahwa di internal agama sendiri masih ada terjadi gesekan-gesekan. ”Misalnya Islam dengan Ahmadiyah. Di umat Kristen juga karena sektenya ada 300 lebih. Agama Budha dan Hindu juga punya masalah internal,” ucapnya.

Karena itu menurut Menag jika masalah seperti ini muncul, maka yang terbaik adalah umat itu sendiri yang mencari jalan keluar. Ditambahkan Menag, jika diselesaikan sendiri, hal itu akan lebih baik daripada mengikutsertakan banyak orang atau banyak kelompok. ”Nanti terlalu banyak pikiran, sehingga banyak masalah yang timbul kemudian,” papar Menag.

Dari Sulawesi Selatan dilaporkan bahwa JAI di wilayah itu mengaku tetap bebas dan leluasa untuk menjalankan ajaran agama yang mereka anut tanpa ancaman dan tekanan dari pihak manapun. ”Hingga saat ini JAI tidak pernah merasa terusik dan ditekan di Sulsel, berbeda dengan daerah lainnya yang sempat mendapat tekanan,” kata Basyir AS, Humas Ahmadiyah Sulsel, di Makassar, Selasa (27/5).

Pada kesempatan yang sama, Menag meminta jajaran Depag di Kanwil DKI Jakarta dapat berkoordinasi dan bekerja sama dengan gubernur. Menag menegaskan gubernur punya hak penuh untuk memandu kanwil dan jajarannya. Menag juga sangat menyayangkan bahwa saat ramai-ramai pemberian BOS, ternyata banyak dari jajaran di lingkungan Kanwil Depag yang tidak siap. ”Depag ketinggalan karena data-data tidak dapat segera dimunculkan. Sehingga banyak pesantren dan madrasah yang tidak dapat dilaporkan,” kata Menag. (osa/ant/RioL)


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: