Perspektif KOMMA tentang JAI

13 05 2008

Dua bulan lebih KOMMA tidak menelurkan tulisan atau publikasi kegiatnnya di blog ini. Ada beberapa kendala yang dihadapi internal pengurus, terutama mengenai manajemen KOMMA yang sedang lemah. Namun, itu semua merupakan proses dari pergerakan dakwah KOMMA. Sudah menjadi hal wajar bila sebuah pergerakan mengalami pasang-surut, dan ini pula yang dialami KOMMA. Perjuangan itu proses, bukan tujuan semata.

Sesuai cita-cita pergerakan dan perjuangannya, KOMMA dengan berbagai potensi yang dimiliki para pengurus dan kadernya berusaha untuk menyebarkan nilai-nilai ajaran Islam yang menyeluruh, menghormati perbedaan, dan menebarkan kasih-sayang kepada seluruh umat.

Selama tidak munculnya KOMMA dipermukaan, banyak masalah yang menyebar di masyarakat. Satu di antaranya ialah masalah sesatnya ajaran Jaringan Ahmadiyah Indonesia (JAI). Pada kesempatan Catatan Akhir Pekan ketiga, KOMMA menulis dnegan judul “Ahmadiyah Tidak Sesat?”, tulisan tersebut merupakan reaksi terhadap pernyataan Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakor Pakem) yang tidakmelarang perkembangan JAI.  Pertengahan April lalu, Bakor Pakem memutuskan JAI sesat dan memerintahkan kepada pemerintah untuk mengeluarkan peraturan tegas tentang kesesatan JAI tersebut.

Sekarang, bagaimana dnegan KOMMA, apakah ikut mengkalim JAI sesat? Sebelumnya, KOMMA ingin memberikan teori mendasar. Dalam Islam, ada dua kunci ajaran Islam, yakni Ushul (pokok) dan Furu’ (cabang). Yang dimaksud ushul adalah pokok-pokok atau dasar-dasar ajaran Islam yang tidak boleh berbeda, bersumber dari dalil yang qath’i dan tidak ada toleransi terhadap perbedaaan ushul. Contoh ushul, yaitu shalat. Shalat dalam ajaran Islam merupakan ketentuan mendasar dan merupakan salah satu rukun dari rukun Islam yang lima. Semua umat Islam tidak ada yang berbeda. Bagaimana jika berbeda dan mengatakan bahwa shalat itu tidak wajib atau bukan dari rukun Islam, maka orang itu kafir dan tidak ada toleransi terhadap mereka.

Adapun Furu’ (cabang) adalah perilaku dalam agama yang boleh berbeda asalkan memiliki dalil. Biasanya, Furu’ ini berbentuk Fiqh (pemahaman). Bila Shalat adalah UShul, misalnya, maka membaca do’a qunut dan mengusap wajah setelah salam dalam shalat adalah furu’. Jika ada yang berbeda, maka diperbolehkan, dan wajib toleransi terhadap perbedaan tersebut.

Apa maksud KOMMA berbicara hal di atas? Di atas adalah teori sederhana untuk memahami sesat atau tidaknya JAI. Semua umat Islam di seantero dunia meyakini bahwa Al-Quran adalah kitab Suci umat Islam a\yang terakhir dan tidak ada KItab Suci yang sah melainkan AL-Quran. Ini hal ushul. Bila berbeda keyakinan, maka mereka kafir. Bagaimana dengan JAI? Mereka meyakini Al-Quran sebagai kitab suci umat Islam, namun mereka juga meyakini kitab Tadzkirah sebagai kitab suci. Di halaman pertama kitab Tadzkirah itu dinyatakan bahwa kitab susunan Mirza Gulam Ahmad (MGA) itu Wahyu Muqaddas (kitab suci). Ini jelas bukti kesesatan! Lebih parah lagi, dalam kitab itu menyatakan bahwa MGA sebagai nabi. Ini jelas tidak bisa ditolerir. Bahkan ada yang lebih parah lagi bila kita membaca kitab itu secara mendalam, akan ditemukan keganjilan-keganjilan tentang JAI dan MGA yang bertolak belakang dengan ajaran Islam.

Berangkat dari teori dan analogi sederhana di atas, KOMMA pun ikut ajaran yang benar dan menilai JAI sebagai aliran di luar Islam.

Itulah sikap KOMMA terhadap JAI. Namun demikian, KOMMA menahan diri dari perilaku kekerasan dan penghancuran terhadap bangunan milik JAI, atau dari pembunuhan terhadap pengikut JAI. Yang harus kita lakukan adalah, menjaga keimanan jamaah kita yang ada agar tidak terjatuh ke dalam jurang JAI dan menyadarkan para pengikut JAI.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: