Catatan Akhir Pekan 5 dan 6: KOMMA dan misi politik

10 02 2008

Ahad (28/1) malam lalu, Sekjend KOMMA didatangi dua pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kecamatan Ciomas. Keduanya bermaksud untuk menjalin kerja sama dengan lembaga atau organisasi pengajian dalam menyelenggarakan peringatan tahun baru Islam 1429 H. Di samping tujuan itu, DPC PKS Ciomas juga bertujuan untuk mensosialisasikan kandidat calon Bupati Bogor yang diusung PKS, yaitu Sunmandjaya Rukmandis.

 

Setelah berpikir dan berkonsultasi kepada Dewan Syuro dan Direktur KOMMA, usulan DPC PKS pun disepakati, dengan syarat mereka mau melepaskan atribut dan unsur politik. Kegiatan yang disepakati tersebut dijadwalkan pada Sabtu, 9 Februari 2008 dalam bentuk Tablig Akbar dan Bakti Sosial (Baksos).

 

Perencanaan dan persiapan kegiatan pun mulai dilakukan. Pertemuan antara KOMMA dengan PKS pun berjalan intensif. Tidak kendala sedikit pun dalam perencanaan tersebut. Dalam hal keuangan pun tidak ada masalah, karena sesuai kesepakatan, pihak DPC PKS Ciomas siap mendanai sepenuhnya kegiatan tersebut.

 

Dalam perjalanan perencanaan kegiatan ini, sempat muncul kekhawatiran beberapa pengurus dan anggota KOMMA terhadap keberpihakan KOMMA terhadap salah satu partai politik (parpol) atau terjun dalam kegiatan perpolitikan secara praktis. Persepsi itu dibahas secara matang oleh Sekjen. Menurutnya, kerja sama dengan parpol dalam kesempatan ini bukan bentuk keterlibatan KOMMA dalam politik praktis. “Tapi ini hanya kegiatan social yang dibantu oleh partai yang sesuai dengan misi KOMMA. Kalau tujuannya baik, kenapa kita nggak bantu?”, jelas Sekjen.

 

Saat kegiatan Tabligh Akbar dan Baksos diselenggarakan, ada seorang wartawan Radio Republik Indonesia (RRI) Bogor, yang bertanya, apakah kegiatan ini bentuk dukungan politis KOMMA terhadap parpol?. Sekali lagi KOMMA menjawab, ini hanya kegiatan sosial yang didukung oleh parpol yang memiliki tujuan yang sama dengan KOMMA.

 

Kehadiran KOMMA di lingkungan umat Islam bermaksud untuk menjadi motor keberagamaan dan kehidupan bermasyarakat bagi umat Islam, khsusunya kaum muda yang terbelakang. KOMMA mencoba memberikan masukan, pembelaan, pendidikan, dan pengajaran bagi umat Islam yang terbelakang. KOMMA memiliki perhatian kepada masyarakat yang terbelakang dalam pengetahuan keagamaan.

 

KOMMA sebagai komunitasnya kaum muslim muda tidak memiliki tujuan politik seperti Hizbut Tahrir Indonesia. KOMMA tidak pernah mengusung berdirinya Negara khilafah Islamiyah, karena bagi KOMMA, Islam bukan Negara. Islam bukan dijiwai oleh negara, tapi sebaliknya, Negara dijiwai oleh Islam. Islam is spirite!

 

Dalam kenegaraan, KOMMA menghendaki Negara yang adil, makmur, sejahtera dan penuh limapahan rahmat serta ampunan dari Allah Swt. Islam tidak harus menjadi Negara, tapi segala yang terdapat dalam Negara harus dijiwai oleh Islam. Setiap peraturan harus bernilai Islami. Di Indonesia sudah ada UU Perkawinan, UU Zakat, UU Perbankan Syari’ah, dan lain-lain. Ini membuktikan sebagian system dan perangkat di Indonesia sudah Islami. Jika Islam dalam bentuk Negara, kemudian para penyelenggara pemerintahan itu hancur, maka yang buruk adalah citra Islam, bukan citra penyelenggaranya. Maka dari itu, bagi KOMMA yang terpenting adalah terwujudnya pribadi-pribadi muslim. Jika pribadi-pribadinya sudah muslim, maka secara tidak langsung, akan terwujud Negara Islami (bukan negara Islam!).

 

Alhasil, KOMMA merupakan sebuah komunitas atau tempat berkumpulnya kaum muslim muda yang bergerak di bidang keagamaan dan sosial keamasyarakatan. Namun, bila terdapat kerja sama dengan salah satu partai politik, itu bukan sebuah tujuan politik, namun hanya karena memiliki kesamaan tujuan dalam kegiatan sosial. Wallohu a’lam.

 


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: