Catatan Akhir Pekan (3) : Ahmadiyah Tidak Sesat?

20 01 2008

Mengakhiri pekan ketiga di Januari 2008 ini, banyak ormas Islam yang menggelar unjuk rasa agar Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) segera dibubarkan. Salah satu ormas Islam yang menggelar aksi ini adalah Front Pembela Islam (FPI). Front pimpinan Habib Rizieq ini menyesalkan keputusanBadan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakor Pakem) yang memutuskan tidak melarang aliran JAI dan memberi kesempatan jemaat aliran tersebut untuk melakukan perbaikan.

Keputusan di atas diambil setelah Amir Pengurus Besar JAI Abdul Basit menegaskan dalam surat penjelasan yang dikirimnya ke Bakor Pakem. Dalam surat itu, Amir menjelaskan bahwa Ahmadiyah pada dasarnya sama dengan Islam pada umumnya. Menurutnya, pengikut JAI mengucapkan dua kalimat syahadat dan meyakini Muhammad sebagai penutup Nabi.

Fenomena ini harus dicermati serius. Apakah benar JAI tidak sesat? Lantas, bagaimana dengan fatwa MUI tentang sesatnya JAI? Dari mana seharusnya kita memandang sesat atau tidaknya aliran ini?

Berikut ini adalah salah satu petikan fatwa MUI tentang sesatnya JAI.

Sesuai dengan data dan fakta yang diketemukan dalam 9 (sembilan) buah buku tentang Ahmadiyah, Majelis Ulama Indonesia memfatwakan bahwa Ahmadiyah adalah jama’ah di luar Islam, sesat dan menyesatkan.

  1. Dalam menghadapi persoalan Ahmadiyah hendaknya Majelis Ulama Indonesia selalu berhubungan dengan Pemerintah. Kemudian Rapat Kerja Nasional bulan 1- 4 Jumadil Akhir 1404 H./4 – 7 Maret 1984 M., merekomendasikan tentang jama’ahAhm adiyah tersebut sebagai berikut :
  2. Bahwa Jemaat Ahmadiyah di wilayah Negara Republik Indonesia berstatus sebagai badan hukum berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehakiman RI No. JA/23/13 tanggal 13-3-1953 (Tambahan Berita Negara: tangga131-3-1953 No. 26), bagi ummat Islam menimbulkan :
    1. Keresahan karena isi ajarannya bertentangan dengan ajaran agama Islam
    2. Perpecahan, khususnya dalam hal ubudivah (shalat), bidang munakahat dan lain-lain.
    3. Bahaya bagi ketertiban dan keamanan negara. Maka dengan alasan-alasan tersebut dimohon kepada pihak yang berwenang untuk meninjau kembali Surat Keputusan Menteri Kehakiman RI JA/22/ 13, tanggal 31-3-1953 (Tambahan Berita Negara No. 26, tanggal 31– – 1953

Bagaimana dengan kondisi JAI yang berkembang sekarang? Apakah mereka keluar dari ‘koridor’ ajaran agama Islam?

Peneliti dari Lembaga Pengkajian dan Penelitian Islam (LPPI) Amin Djamaludin menyatakan aliran Ahmadiyah harus tetap dibubarkan karena keberadaannya sesat.

“Tahun baru Islam saat ini, harus dijadikan tahun pembubaran Ahmadiyah,” katanya di hadapan ratusan umat Islam dalam acara tabligh akbar “Ahmadiyah yang Sesat Menyesatkan, Bubarkan Ahmadiyah”, di Masjid Al Barkah As-Syafi`iyah, Jakarta Selatan, Minggu.

Amin mengatakan, ajaran Ahmadiyah itu dusta dan penuh kebohongan yang menggunakan ayat-ayat Al-Qur`an dalam kitab sucinya, Tadzkirah.

Jika dipersamakan, kata dia, seperti lagu kebangsaan Indonesia, “Indonesia Raya” diputarbalikkan dalam perayaan HUT 17 Agustus, tentunya akan membuat tersinggung bangsa Indonesia.

“Demikian pula dengan Al-Qur`an yang diputarbalikkan oleh Ahmadiyah,” katanya.

Hingga, kata dia, masyarakat melakukan tindakan sendiri dalam menyikapi pengikut ajaran yang dibawa oleh Mirza Ghulam Ahmad itu, akibat pemerintah tidak bertindak kepada Ahmadiyah.

Oleh karena itu, ia meminta emerintah agar segera membubarkan aliran Ahmadiyah tersebut, atau mereka membikin agama sendiri dengan tanah suci sendiri, yakni, di Rabwan dan Qodiyan, India.

Ketika berhadapan dengan keputusan Bakor Pakem di atas yang bertolak-belakang dengan fatwa MUI, Ketua Komisi Fatwa MUI KH. Ma’ruf Amin memberikan tiga alternatif penyelesaian soalAhmadiyah kepada Bakorpakem. ”Kembali ke jalan yang benar, diposisikan sebagai non-Muslim, atau dibubarkan,” papar Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu.

Sebenarnya mudah saja untuk melihat dan menilai apakah sebuah aliran itu sesat atau tidak. Lihat saja bagaimana masalah keyakinannya dan pengamalan yang mendukung kepada keyakinan itu. Singkatnya, standar kesesatan itu bandingkan dengan Rukun Islam dan Rukun Iman. Itu saja sudah mencakup. Alhasil, apakah Ahmadiyah sesat? Jawabnya ada pada keyakinan Anda!

Wassalam.


Aksi

Information

One response

9 04 2008
Khairun Abubaker

Organisasi-organisasi muslim yang bringas didukung oleh oknum-oknum kepolisian & aparat keamanan pemerintah.

Sudah sering terjadi pengerusakan rumah-rumah ibadah umat lain, sweeping, fatwa-fatwa dan kekerasan lainnya yang dilakukan oleh organisasi muslim terhadap umat agama lain. Sedangkan sebagian dari para preman ini adalah anggota polisi dan aparat keamanan lainnya yang berpakaian sipil. Pemerintah juga bersikap seolah-oleh memberi semangat kepada preman-preman ini sehingga mereka merasa berada di atas hukum apapun yang berlaku di negara Indonesia.

Juga anggota polisi pada umumnya hanya menonton para preman yang melakukan pengerusakan & sweeping. Anggota polisi malah melindungi oknum-oknum yang berkelakuan bringas itu.

Sedangkan polisi dan aparat keamanan pemerintah seharusnya melindungi seluruh lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan agama, kepercayaan, suku, dsb.

Kita yakin bahwa ada umat muslim yang tidak mentolerir dan tidak setuju dengan kelakuan polisi dan aparat keamanan yang secara terang-terangan memihak kepada golongan mayoritas.

Tetapi, pemerintah tidak menyadari bahwa walaupun polisi dan aparat keamanan mempunyai senjada api, tapi rakyat jelata (masyarakat muslim yang kurang simpati terhadap polisi) mumpunyai senjata yang jauh lebih ampuh dari pada senjadi api. Sejata yang ampuh ini adalah agama.

Masyarakat muslim yang tidak simpati terhadap tindakan polisi yang memihak ini bisa mengeluarkan reaksi yaitu mereka bisa meninggalkan agama Islam. Mereka bisa mengalih ke agama lain. Kalau hal ini terjadi/sedang terjadi, maka senjata api polisi itu tidak ada artinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: