RAMADHAN KESEMPATAN BAIK UNTUK BERTADARRUS AL-QURAN

22 12 2007

Oleh: M. “Yudin” Taqiyuddin 

Setiap 17 Ramadhan, di Indonesia khususnya dan (mungkin) di beberapa negara Islam di dunia memperingati turunnya al-Quran. Ini semua di-karenakan firman Allah berikut ini.

شهر رمضان الذي أنزل فيه القرآن هدى للناس وبينات من الهدى والفرقان (البقرة: 185)

Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil)…  (Q.S. al-Baqarah: [2] 185)

 

Mengenai waktu turunnya al-Quran terdapat banyak pendapat dari para ulama.  Namun di antara mereka sepa-kat bahwa pertama kali al-Quran di-turunkan pada bulan Ramadhan. Di Indonesia, para ulama meyakini bahwa permulaan itu ialah pada 17 Ramadhan tahun ke empat puluh dari kelahiran Nabi Muhammad Saw, bertepatan dengan 6 Agustus 610 M, sewaktu beliau sedang berkhalwat (menyepi) di dalam Goa Hiro di atas Jabal (gunung) Nur, sebelah utara kota Makkah. Adapaun ayat yang turun pertama kali ialah surat al-‘Alaq ayat 1-5.

 

Apa itu al-Quran? Syaikh Muhammad ‘Ali ash-Shabuniy dalam kitabnya Rawai’ul Bayan Tafsir Ayatil Ahkam Minal Quran menyatakan sebagai berikut:

القرآن هو كلام الله المعجز المنزل على خاتم الأنبياء والمرسلين بواسطة جبريل المكتوب في المصاحف المنقول إلينا بالتواتر المتعبد بتلاوته المبدؤ بسورة الفاتحة والمختوم بسورة الناس.

Al-Quran ialah firman Allah yang merupakan mukjizat yang diturunkan kepada penutup para nabi dan rosul, dengan perantaraan malaikat Jibril yang terpercaya, tertulis dalam mushhaf yang dinukilkan (dipindah-kan, disampaikan) kepada kita secara mutawattir, membacanya merupakan ibadah, yang dimukau dari surat al-Fatihah dan diakhiri surah an-Naas.

 

Oleh karena Ramadhan merupakan bulan diturunkannya permulaan al-Quran, maka alangkah baiknya kita memperbanyak membaca al-Quran di bulan Ramadhan. Baik di siang hari maupun di malam hari. Rasulullah Saw bersabda.

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: من قام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ماتقدم من ذنبه. (صحيح البخاري، رقم 1768)

 

Dari Abu Hurairoh RA, beliau berkata, Rasulullah Saw. bersabda: “Barang siapa yang beribadah pada bulan Rama-dhan penuh keimanan dan keikhlasan, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lau.” (Shahih al-Bukhari No. 1768)

 

Kata “Qaama” di atas memiliki arti berdiri, namun bisa diartikan pula sebagai mendirikan. Bila kata tersebut terdapat dalam hadits di atas, maka yang dimaksud  mendirikan tersebut ialah menghidupkan malam-malamnya. Hal ini sesuai dengan penjelasan al-Shan’ani dalam kitabnya Subul al-Salam.

قيام رمضان أي قيام ليالهيا مصليا أو تاليا. (سبل السلام، ج2، ص173)

Yang dimaksud dengan qiyam Ramadhan (dalam hadits itu adalah) mengisi dan memeriahkan malam-malam bulan Ramadhan dengan me-lakukan shalat (tarawih) atau membaca al-Quran. (Subul al-Salam, juz II, h. 173)

 

Bahkan, lebih lanjut lagi Syaikh al-Manawi pengarang kitab Faydh al-Qadir syarh al-Jami’ al-Shagir men-jelaskan seperti berikut ini.

 

ويحصل بنحو تلاوة أوصلاة أوذكر أوعلم شرعي وكذا كل أخروي. (فيض القدير، ج 6، ص 191)

Qiym Ramadhan itu dapat dilaksana-kan dengan membaca al-Quran, shalat, dzikir, atau mempelajari ilmu agama. Dan juga dapat terwujud dalam setiap bentuk perbuatan baik. (Faydh al-Qadir, juz VI, h. 191)

 

Maka sudah jelas bahwa membaca al-Quran pada malam bulan Ramadhan itu sangat dianjurkan oleh syari’at. Lantas, bagaimana jika hal itu dilaku-kan secara bersamaan? Di Indonesia terkenal istilah tadarrusan, seperti apakah tadarrusan yang baik itu? Syaikh Nawawi al-Bantani mengata-kan:

فمن التلاوة المدارسة المعبر عنها بالإدارة وهي أن يقرأ على غيره ويقرأ غيره عليه ولو غير ماقرأه الأول. (نهاية الزين، ص194-195)

Termasuk membaca al-Quran (pada malam-malam Ramadhan) adalah mudarasah/tadarrus, yang sering disebut pula dengan idarah. Yakni seseorang membaca untuk orang lain, kemudian orang lain itu membaca untuk dirinya. (Yang seperti ini tetap sunnah) sekalipun apa yang dibaca (orang tersebut) tidak seperti yang dibaca orang pertama. (Nihayah al-Zayn, h. 194-195)

 

Dari perkataan Syaikh Nawawi al-Bantani, kita mengetahui bahwa sistem yang terbaik dalam membaca al-Quran ialah dengan cara saling mendengar-kan. Misalnya, bila ada sepuluh orang dalam satu kelompok pengajian al-Quran, dan satu orang membaca al-Quran, maka kesembilan orang lainnya mendengarkan bacaan itu. Kenapa demikian? Karena ini bertujuan agar bila terjadi kesalahan dalam membaca, akan lebih mudah untuk mengoreksinya. Sebaliknya, bagi yang merasa dikoreksi, harus lapang dada dalam menerima koreksi.

 

Sistem yang dijelaskan Syaikh Nawawi di atas ternyata pernah dilakukan oleh Rosulullah Saw. Hal ini terbukti dalam hadits berikut ini.

عن ابن عباس أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان من أجود الناس وأجود مايكون في رمضان حين يلقاه جبريل يلقاه كل ليلة يدارسه القرآن فكان رسول الله صلى الله عليه وسلم ححين يلقاه جبريل أجود من الريح المرسلة. (مسند أحمد، رقم 3358)

Dari Ibnu ‘Abbas RA bahwa Rasulullah Saw adalah orang yang paling sempurna, sedangkan saat yang paling baik bagi beliau pada bulan Ramadhan adalah pada saat malaikat Jibril mengunjungi beliau. Malaikat Jibril selalu mengunjungi Nabi setiap malam bulan Ramadhan, lalu melakukan mudarasah al-Quran dengan Nabi. Rasul Saw memiliki suara yang lebih merdu dari angin yang berhembus.

 

Dari hadits di atas bisa diketahui bahwa tadarrus  yang dilakukan di masjid-masjid atau di mushalla pada malam-malam di bulan Ramadhan tidak bertentangan dengan agama dan merupakan perbuatan yang baik, karena sesuai dengan tuntunan dan ajaran Nabi Saw. Jika dirasa perlu menggunakan pengeras suara, agar menambah syi’ar Islam, maka hendaklah diupayakan sesuai dengan keperluan dan tidak mengganggu ketertiban orang lain.

 

*) Penulis ada;ah Sekjen KOMMA


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: